<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>jagat raya</title>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="gayaalamsemesta.css">
</head>
<body>
<div id="utama">
<div id="atas">
<h1>ALAM SEMESTA</h1>
</div>
<div id="contentwrapper">
<div id="navmain">
<ul id="navlist">
<li><a href="alam semesta.html">Home</a></li>
<li><a href="pengetahuan umum.html">Pengetahuan Umum</a></li>
<li><a href="lingkungan hidup.html">Seputar Lingkungan Hidup</a></li>
</ul>
</div>
<div id="kiri"><img src="bumi.jpg" height="150" width="200">
<h2>indahnya ciptaan Allah</h2>
<p><a href="bigbang.mp4">video pembentukan alam semesta</a> </p>
<p><a href="Planets in our solar system.mp4">Planets in our solar system</a> </p>
<p><a href="solar system video 1.mp4">solar system video 1</a> </p>
<p><a href="A Spin Around the Solar System How the Solar System Works.mp4">A Spin Around the Solar System How the Solar System Works</a> </p>
</div>
<div id="kanan">
<img src="imagesalam.jpg">
<h2>planet-planet</h2>
<a href="matahari.html"><p><font color="black">MATAHARI</font></p></a>
<a href="merkurius.html"><p><font color="black">MERCURIUS</font></p>
<a href="venus.html"><p><font color="black">VENUS</font></P>
<a href="bumi.html"><p><font color="black">BUMI</font></P>
<a href="mars.html"><p><font color="red">MARS</font></p>
<a href="jupiter.html"><p><font color="green">JUPITER</font></p>
<a href="saturnus.html"><p><font color="#00000">SATURNUS</font></p>
<a href="uranus.html"><p><font color="grey">URANUS</font></p>
<a href="neptunus.html"><p><font color="yellow">NEPTNUS</font></p>
<a href="pluto.html"><p><font color="#191970">PLUTO</font></p></a>
</div>
<div id="isi">
<p>
<marquee direction><font color="#FF0000">segala puji hanya milik ALLOH subhanahu wa ta'ala</font></marquee>
</p>
<br />
<p><b>Asal Mula Alam Semesta - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an</b></p>
<hr />
<br><font size="2">Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang,<i> The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.).</i> Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 1 dan 2).<br></font></br><img src="nebula.jpg"><br><font color="black" size="0,5"><br> gambar. 1 Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan<br> asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap'<br> yang menjadi asal kejadian alam semesta.(The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)</br></font><br>
<img src="nebula2.jpg"><br><font color="black" size="0,5"><br>Gambar 2. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan<br> asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh<br> radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di<br> dalam gumpalan tersebut. <i>(Horizons, Exploring<br> the Universe, Seeds, gambar 9, dari <br>Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)</i></br></font>
<br><font size="2">Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:</font></br>
<br>ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ</br>
<br><font size="2"><i>Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)</i>
<br>Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:</font></br>
<br>أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا</br>
<br><font size="2"><i>Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu <br>yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)</i></font></br>
<br><font size="2">Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen <u>Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman.</u> Ia berkata:<i> "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya.</i>" Ia juga berkata:<i>"Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."</i></font></br>
<hr />
</div>
<br class="clearfloat" />
<div id="bawah">
<p>© 2014 Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) </p>
</div>
</div>
</body>
</html>
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" />
<title>jagat raya</title>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="gayaalamsemesta.css">
</head>
<body>
<div id="utama">
<div id="atas">
<h1>ALAM SEMESTA</h1>
</div>
<div id="contentwrapper">
<div id="navmain">
<ul id="navlist">
<li><a href="alam semesta.html">Home</a></li>
<li><a href="pengetahuan umum.html">Pengetahuan Umum</a></li>
<li><a href="lingkungan hidup.html">Seputar Lingkungan Hidup</a></li>
</ul>
</div>
<div id="kiri"><img src="bumi.jpg" height="150" width="200">
<h2>indahnya ciptaan Allah</h2>
<p><a href="bigbang.mp4">video pembentukan alam semesta</a> </p>
<p><a href="Planets in our solar system.mp4">Planets in our solar system</a> </p>
<p><a href="solar system video 1.mp4">solar system video 1</a> </p>
<p><a href="A Spin Around the Solar System How the Solar System Works.mp4">A Spin Around the Solar System How the Solar System Works</a> </p>
</div>
<div id="kanan">
<img src="imagesalam.jpg">
<h2>planet-planet</h2>
<a href="matahari.html"><p><font color="black">MATAHARI</font></p></a>
<a href="merkurius.html"><p><font color="black">MERCURIUS</font></p>
<a href="venus.html"><p><font color="black">VENUS</font></P>
<a href="bumi.html"><p><font color="black">BUMI</font></P>
<a href="mars.html"><p><font color="red">MARS</font></p>
<a href="jupiter.html"><p><font color="green">JUPITER</font></p>
<a href="saturnus.html"><p><font color="#00000">SATURNUS</font></p>
<a href="uranus.html"><p><font color="grey">URANUS</font></p>
<a href="neptunus.html"><p><font color="yellow">NEPTNUS</font></p>
<a href="pluto.html"><p><font color="#191970">PLUTO</font></p></a>
</div>
<div id="isi">
<p>
<marquee direction><font color="#FF0000">segala puji hanya milik ALLOH subhanahu wa ta'ala</font></marquee>
</p>
<br />
<p><b>Asal Mula Alam Semesta - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an</b></p>
<hr />
<br><font size="2">Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang,<i> The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.).</i> Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 1 dan 2).<br></font></br><img src="nebula.jpg"><br><font color="black" size="0,5"><br> gambar. 1 Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan<br> asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap'<br> yang menjadi asal kejadian alam semesta.(The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)</br></font><br>
<img src="nebula2.jpg"><br><font color="black" size="0,5"><br>Gambar 2. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan<br> asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh<br> radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di<br> dalam gumpalan tersebut. <i>(Horizons, Exploring<br> the Universe, Seeds, gambar 9, dari <br>Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)</i></br></font>
<br><font size="2">Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:</font></br>
<br>ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ</br>
<br><font size="2"><i>Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)</i>
<br>Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:</font></br>
<br>أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا</br>
<br><font size="2"><i>Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu <br>yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)</i></font></br>
<br><font size="2">Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen <u>Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman.</u> Ia berkata:<i> "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya.</i>" Ia juga berkata:<i>"Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."</i></font></br>
<hr />
</div>
<br class="clearfloat" />
<div id="bawah">
<p>© 2014 Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) </p>
</div>
</div>
</body>
</html>







